Kamis, 24 Oktober 2019

*BERKATI RUMAH KITA DENGAN KAPUR*! 

Gereja Katolik sangat kaya dengan tradisi dan simbol iman, dan dengan setia terhadap tradisi, kita berupaya melestarikan iman Kristiani juga. 

Salah satunya yang masih populer di benua Amerika dan Eropa adalah tradisi *"memberkati"* rumah dengan *kapur*. 

Kok bisa? Simak ulasan berikut ini yuk!

Sudah menjadi tradisi di Hari Raya Penampakan Tuhan/ *Epifani* (6 Januari atau bisa digeser ke hari Minggu terdekat), pastor paroki akan memberkati kapur, air suci, dan garam yang akan dibagikan kepada masing-masing keluarga. 

Nah setelah mendapatkan kapur, air suci, dan garam, para keluarga akan pulang ke rumah masing-masing dan memberkati rumah mereka dengan air suci dan garam, kemudian menuliskan begini "
2⃣0⃣✝C✝M✝B✝1⃣9⃣" dengan kapur di palang pintu masuk. 

Biasanya yang memimpin upacara singkat ini adalah kepala keluarga.

APA MAKSUD HURUF DAN ANGKA TERSEBUT?

20 dan 19 adalah angka tahun saat ini, jadi kita tuliskan sesuai angka tahun saat ini. 

Huruf C, M, B adalah singkatan dari ketiga nama Para Majus, yakni *Caspar*, *Melchior*, dan *Balthasar*. 

Namun di sisi lain huruf-huruf tersebut merupakan singkatan dari bahasa Latin " *Christus Mansionem Benedicat*", yang berarti " *Semoga Kristus memberkati rumah ini*". 

Lambang "✝" sendiri merupakan lambang Salib.

*BUAT APA ADA TRADISI INI?*
Sederhana, yakni sebagai wujud penghayatan iman kita serta permohonan kita kepada Allah supaya melindungi rumah kita dari kekuatan si jahat. 

Selain itu menandai palang pintu dengan kapur yang telah diberkati menandai komitmen keluarga untuk selalu menyambut Kristus dalam seluruh kehidupan keluarga, baik dalam suka maupun duka sepanjang tahun.

*RUMUSAN UPACARA*
*Pemberkatan Kapur*

I: Pertolongan kita dalam nama Tuhan
U: Yang menjadikan langit dan Bumi.
I: Tuhan sertamu.
U: Dan sertamu juga.

Marilah berdoa,
*Ya Tuhan, berkatilah kapur tulis ini sehingga dapat dipergunakan sebagai sarana keselamatan bagi umat-Mu. Semoga melalui pertolongan Nama-Mu yang kudus, Kristus berkenan memberkati rumah umat-Mu yang dengan penuh iman menandai pintu rumahnya dengan menggunakan kapur ini. Kiranya melalui perantaraan orang kudus-Mu, Caspar, Melchior, dan Balthasar, umat-Mu memperoleh perlindungan, kesehatan, dan kesejahteraan baik jiwa maupun raganya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.* (*kapur diperciki air suci)

*Ketika menuliskan* 

"Tulisannya begini
2⃣0⃣✝C✝M✝B✝1⃣9⃣", bacalah doa ini:

*Tiga orang Majus, Caspar, Melchior, dan Balthasar mengikuti bintang menuju Anak Allah yang menjadi manusia 2017 tahun yang lalu. Semoga Kristus memberkati rumah kami dan senantiasa bersama kami sepanjang tahun ini*. Amin. 🙏

*Kemudian bacalah doa ini:
*Berkatilah ya Tuhan, rumah umat-Mu sehingga di dalamnya terdapat kesehatan, kemurnian, keteguhan, kerendahan hati, kebaikan dan keramahan, ketaatan dan ketakwaan kepada perintah-Mu, serta ucapan syukur senantiasa dilambungkan kepada-Mu Allah Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Semoga berkat-Mu senantiasa menaungi dan tetap tinggal di dalam rumah dan mereka yang akan menempatinya. Kiranya rumah dan keluarga umat-Mu Kau mampukan menjadi saluran berkat dan kasih-Mu kepada siapapun yang akan berkunjung serta sesama di sekitarnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami*. Amin. 🙏
  • KATEKESE DIGITAL#6 "PUASA dan PANTANG dalam Gereja Katolik."* 

    • Oleh: Tim Komkat

    •  *PUASA dan PANTANG* 

    • Prapaskah adalah masa 40 hari sebelum Paskah (selain hari Minggu), yang bagi umat Katolik merupakan masa untuk berpantang dan berpuasa. Di samping pantang dan puasa, selama masa itu umat Katolik didorong untuk meningkatkan doa, karya amal kasih dan tindakan disiplin diri spiritual. Umat ​​Katolik melakukan hal-hal ini karena Paskah, yang merayakan Kebangkitan Kristus, adalah hari suci terbesar dalam kalender ibadat Katolik.

    • Prapaskah berlangsung selama 40 hari karena secara tradisional 40 adalah jumlah ujian spiritual dalam Alkitab (Kej 7: 4, Kel 24:18, 34:28, Bil 13:25, 14:33, Yun 3: 4) . Prapaskah memiliki hubungan khusus dengan 40 hari yang dijalani Kristus untuk berpuasa di padang gurun sebelum memasuki pelayanan publik-Nya (Mat 4: 1-11). Umat ​​Katolik meniru Kristus dengan menjalani 40 hari disiplin spiritual sebelum perayaan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.

    • Puasa adalah disiplin spiritual yang mempunyai dasarnya, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kristus mengharapkan murid-muridnya berpuasa (Mat 9: 14-15) dan mengajarkani bagaimana mereka harus melakukannya (Mat 6: 16-18). Umat ​​Katolik mengikuti pola ini dengan mengadakan puasa parsial pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung.

    • Pantang dari makanan tertentu juga merupakan disiplin alkitabiah. Dalam Daniel 10: 2-3 kita membaca, "Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh." Umat ​​Katolik mempraktikkan pantang yang mirip dengan apa yang dilakukan Daniel. Ini dilakukan setiap hari Jum’at selama masa Prapaskah, bahkan sepanjang tahun untuk mengenang Penyaliban Kristus yang terjadi pada hari Jumat.